South Jakarta – Hari kedua gelaran Pestapora 2024 pada hari Sabtu, 21 September 2024, lebih ramai dari hari pertama.Meskin cuaca siang itu di Gambir Expo, Jakarta panas terik, tidak menyurutkan puluhan ribu untuk menghadiri acara akbar tahunan ini. Di hari itu, para penampil dinominasi oleh musisi perempuan atau band dengan vokalis wanita. Band goth metal, Dreamer, menjadi pembuka panggung Gagap Gempita. Tampil di bawah sengat matahari dengan kostum hitam-hitam, band yang dikomando oleh Windy Saraswati dan Doni ‘Iblis’ Herdaru tampil memukau dengan sejumlah nomor yang diambil dari album ‘Tahta Hitam’ termasuk hits mereka, “Panah Kematian”. Sementara solois wanita, Dere, yang tampil usai Mahgrib, tampil menghanyutkan dengan suara uniknya di panggung ‘Sat Set’, membawakan sejumlah single dari album ‘Rubik’, seperti “Berisik”, “Rumahi”, “Berlagu” dan “Kota”.
Usai Dere, panggung besar Pestapora yang letaknya berdekatan, dengan panggung Sat Set, menampilkan band asal Bandung, Cokelet. Cokelat seprtinya menjadi salah satu lineup yang banyak ditunggu penonton di hari ke-2, Pestapora 2024. Lebih istimewa, hari itu Cokelat membawakan seluruh lagu yang ada di album kedua mereka, ‘Rasa Baru’ yang dirilis pada tahun 2001 silam. Tepat pukul 18.45, kelima personil Cokelat saat ini, Kikan (vokal), Edwin (gitar), Ronny (bass), Ernest (gitar) dan Ervin (drums) langsung menggebrak dengan “Langit Biru” dan “Gossip”. Barulah kemudian Kikan menyapa seluruh penonon yang datang,


“Selamat malam Pestapora. Ini pertama kali kali kami tampil di Pestapora. Senang banget malam hari ini. Kami Cokelat yang sudah reuni sejak tahun 2022 setelah 12 tahun gak sama-sama senang banget tampil di panggung Pestapora Stage di malam hari ini. Malam ini juga menjadi sangat spesial karena malam hari ini kami hanya akan membawakan lagu-lagu dari album ‘Rasa Baru’. Banyak orang yang gak tau dikira ini album pertama Cokelat, padahal ini album kedua. Album ini berisi lagu-lagu yang ukup bersejarah untuk perjalanan karirnya Cokelat. Setelah ini, kalau teman-teman yang lahir di era zamanya kaset dan CD, terutama kaset karena lagu ini ada di side A nomor satu.”
Cokelat kemudian membawakan lagu “Dia” yang disambut riuh penonton. Setelahnya Cokelat menurunkan tempo pertunjukan dengan Kikan melantunkan :Luka Lama” sambil bermain keyboard. Barulah kemudian seluruh personil band ikut bergabung di bagian tengah lagu. Cokelat kemudian melanjutkan penampilan dengan “Teman Saja”. “Lagu ini sebenarnya gak ada di setlist, tapi malam ini kita coba bawain ya.” ucap Kikan sebelum melantukan “Hilang” bersama Edwin. Penonton kembali riuh saat Cokelat membawakan salah satu hits mereka, “Jauh”. Keempat personil Cokelat minus Ervin kemudian maju ke depan panggung dan saling berangkulan. Yang menarik dari Cokelat adalah permainan gitar kedua bersaudara Edwin dan Ernest yang saling mengisi dengan sound gitar yang tebal.
“DI lagu berikut kami berkesempatan berkolaborasi dengan gitaris legenda yang Indonesia miliki, sayangnya beliau sudah harus berpulang terlebi dahulu, malam ini kami ingin mendedikasikan untuk Abah Baron yang ada di atas sana. Enjoy Guys, ” ucap Kikan sebelum Cokelat membawakan “Masa Muda”. Setelahnya Cokelat kemudian langsung melanjutkan hits mereka, “Karma”. Cokelat menutup penampilan mereka di Pestapora 2024 dengan lagu karya dari gitaris Sheila On 7, Eross Chandra, “Bendera”.


Hampir bersamaan dengan penampilan Mulan Jameela di Boss Stage, band asal metal hijaber asal Garut, Voice Of Baceprot (VOB) juga tampil di sebelahnya, tepatnya di Hingar Bingar Stage. Trio yang terdiri dari Marsya (vokal/gitar), Widi (bass) dan Sitti (drums) membawakan karya-karya mereka seperti “School Revolution”, “PMS”, “Age Oriented” dan “[NOT] PUBLIC PROPERTY]. Marsya kemudian menyapa penonton yang hadir,
“Jadi tadi sore tuh kami baru landing dari Singapore, setlah main di F1 tadi malam. Capek, tepat gitu. Tapi setelah melihat kalian malam ini , wahh. Lumayan capek sih, biasa naik pesawat komersil, mau naik jet gak punya. Mau numpang teman gak ada temen punya jat, jadinya biasa lah. Tapi naik pesaawat seperlunya biar kita ikut mengurangi emisi karbon. Jangan lupa rejekinya disisihkan untuk beli pohon itu bibitnya untuk investasi kita untuk masa depan. Biar Bumi kita lebih hijau, biar kita tidak jadi, Enemy of Earth.”
Setelah melantunkan “The Enemy of Earth is You”, VOB kemudian membawakan lagu lawas dari Queen, ‘We Will Rock You” dan mengajak seluruh penonton untuk mengangkat tangan. Sitti sang drummer yang menunjukkan kebolehannya berosolo drum. Seperti layaknya di konser metal, di antara penonton VOB juga kerap terjadi circle pt dan beberapa penonton melakukan moshing. Setelah membawakan “Whats The Holy (Nobel) Today?” yang didedikasin untuk perjuangan bangsa Palestina, Voice of Baceprot menutup penampilan dengan “God, Allow Me (Please) To Play Music”.



