South Jakarta -The Lantis resmi merilis single terbaru bertajuk “Teruntuk Dirimu” hari ini. Lagu ini menjadi wadah untuk menyampaikan pesan kepada mantan yang toxic, manipulatif, atau sekadar membuat bertanya-tanya mengapa hubungan tersebut dijalani sejak awal.
“Ini semacam surat terbuka untuk mantan tersebut. Bukan untuk balikan, tapi untuk bilang: sudah cukup, terima kasih, bye,” ujar Giri, vokalis dan bassist The Lantis dalam siaran pers tertulisnya, Jumat, 15 Agustus 2025.
Sebelum resmi dirilis, “Teruntuk Dirimu” lebih dulu “diuji” di hadapan para penggemar lewat rangkaian acara showcase ‘The Lantis hosted by Undbodevan’ di 3 kota dan juga lewat panggungan-panggungan. Dalam kesempatan tersebut The Lantis spill tipis-tipis 2 lagu dan meminta fans memberikan pilihan.
Medio bulan Juli di Salihara, mereka menggelar pertunjukan intim yang memperdengarkan dua lagu unreleased untuk fans. Yang menarik, ketika itu dua lagu ini bukan sekadar bocoran tapi dibawakan secara penuh. Oleh ketiga personel—Giri (bassist dan vokalis), Ravi (gitaris dan vokalis), dan Ojan (gitaris), sekitar 20 fans terpilih ikut menentukan lagu mana yang akan dirilis lebih dulu lewat sistem voting. Hasilnya, “Teruntuk Dirimu” terpilih sebagai rilisan berikutnya.
“Kami sangat berterima kasih selama ini atas dukungan dari Keluarga Lantis (sebutan nama fanbase The Lantis) karena selalu ada di perjalanan kami yang terbilang baru ini. Karena itu kami mengajak mereka untuk ikut memberikan masukan dan pilihan.”ujar ketiganya.

Tidak terhenti disana, di hari rilisan mereka kembali mengajak Keluarga Lantis untuk merayakan karya terbarunya bersama. Berlokasi di Bagi Kopi Kemang Utara, The Lantis membawakan lagunya dengan format akustik. Di momen itu fans juga diajak untuk ‘membuang’ barang pemberian dari mantan sebagai simbol.
Proses kreatif “Teruntuk Dirimu” kembali melibatkan Rendy Pandugo bersama Giant Prayash dalam penulisan, sementara Vega Antares menjadi vocal director. Visualizer yang tayang di hari yang sama di kanal youtube The Lantis menampilkan potongan momen kecil hubungan seperti langkah kaki, pembicaraan di dapur, atau caranya melingkarkan kelingking saat berjanji. “Visualizer ini mencoba mengangkat elemen tersebut, tanpa ekspresi muka, tapi hal kecil yang bercerita. Namun, keterkaitannya dalam lagu ‘Teruntuk dirimu’ yang seolah mengutuk mantan.”kata Ojan.
Ravi menambahkan harapannya ketiganya dari perilisan lagu baru ini. Mereka berharap lagu ini bisa menjadi teman untuk pendengar yang sedang menghadapi kisah serupa. “Semoga lagu ini bisa menemani teman-teman pendengar semua, terutama Keluarga Lantis (Fans kita) dalam kesehariannya. Kami harap ini jadi sebuah simbol perayaan akan perasaan-perasaan tersebut, bahwa tidak semua hubungan ditakdirkan, dan tidak semua luka menyisakan kenangan manis.”tutupnya.
Dengan dua album studio di punggung mereka yaitu Pilot (2021) dan Pancarona (2024) The Lantis kini memasuki fase baru dan memperkuat koneksi dengan pendengar lewat karya yang tumbuh bersama. Dengarkan lagu terbaru mereka ‘Teruntuk Dirimu’ di seluruh digital streaming platforms dan nantikan terus karya-karya mereka selanjutnya.
Tentang The Lantis
The Lantis adalah band asal Jakarta Selatan, Indonesia yang dibentuk pada tahun 2020 di Jakarta. The Lantis beranggotakan Giri (bass &vokal), Ravi (gitar & vokal), Ojan (gitar), dan Risyad (drum). Mereka terinspirasi oleh musisi seperti Naif, The Adams, The Changcuters, dan The Beatles.
Lagu ‘Lampu Merah’ dan ‘Bunga Maaf’ yang viral di tiktok menjadi bukti keunikan musik The Lantis yang mudah diterima oleh pendengar musik tidak hanya di Indonesia tapi juga negara tetangga Malaysia. Hingga hari ini Bunga Maaf sudah didengar lebih dari 183,6 juta kali di Spotify, sementara Lampu Merah sudah didengar lebih dari 102 juta di Spotify.
Album perdana mereka ‘Pilot’ (2021) yang berisi 11 lagu masih diproduksi secara independen. Resmi bergabung dengan Warner Music Indonesia di tahun 2024 dan sudah meluncurkan album kedua ‘Pancarona (2024)’, The Lantis siap membawa perpaduan musik vintage/retro dan modern ke dalam pangsa pasar musik Indonesia.
(,SPR)

